Berita Jalur Alternatif Cepogo-Ampel Tertutup Longsor



Posted on: 07 Mar 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Boyolali terlebih di wilayah Kecamatan Selo sejak Selasa (6/3) kemarin mulai akibatkan longsor. Sejumlah warga Dukuh Rejosari, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo sejak Rabu (7/3) pagi telah bergotong royong menyingkirkan material tanah longsor yang menutup badan jalan akibat hujan deras. Material tanah tersebut telah menutup hampir semua badan jalan alternatif penghubung Kecamatan Cepogo dan Ampel.

Menurut salah satu warga, Tukiman, longsor terjadi pada Selasa malam yang mengakibatkan tebing setinggi 10 meter longsor dan menutupi jalan. Akibatnya jalan selebar tiga meter itu tertutup tanah dan rumpun bambu setebal lebih dari satu meter.

“Malah setelah reda baru longsor. Saat hujan deras tidak apa-apa,” ujar warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi longsor.

Ditambahkan, jalur alternatif tersebut cukup ramai akses kendaraan. Karena, jalan ini merupakan akses terdekat dari pedagang sayur dari Kopeng, Salatiga dan akses utama warga di Desa Jeruk, Tarubatang jika ke Cepogo. Akibatnya, sejumlah pedagang harus memutar lebih dari delapan kilometer untuk dapat sampai ke Pasar Cepogo.

“Yang penting sepeda motor bisa lewat dulu. Kalau menyingkirkan semua jelas kami tidak akan mampu, karena tanah dan dangkel  bambu nya cukup banyak,” katanya. Diapun berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dapat mengirimkan alat berat untuk menyingkirkan material tanah ini.

Sementara itu, salah satu warga yang lain, Jiyanto mengaku selain di Dukuh Rejosari, longsor yang menimpa jalur Cepogo-Ampel juga terjadi di dukuh lain. Yakni di Dukuh Tegalsari, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo. Meski sempat menutupi seluruh badan jalan, namun saat ini sudah dapat dilewati.

“Kemarin [Selasa] sudah terbuka. Longsor terjadi pada Senin. Dan warga sudah berhasil menyingkirkannya,” tambahnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bambang Sinung Raharjo, menyatakan sudah melakukan upaya pembersihan bersama warga. Sinung juga mengaku longsor terjadi di beberapa titik, tapi yang paling besar hanyalah di antara Desa Senden dan Tarubatang ini.

“Pembersihan dilakukan manual saja, dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” imbuh Sinung. (dst/epn/bet).

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız