Berita Pemberian Stimulus PBB 2018 sebesar 70%, SPPT Tidak Dicetak Ulang



Posted on: 03 May 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Kebijakan pemberian stimulus sebesar 70 persen dalam Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2018 di Boyolali sudah final. Hal tersebut secara resmi dengan dibuatnya Peraturan Bupati (Perbup) Boyolali Nomor 11 tahun 2018 tentang Pemberian Stimulus PBB-P2 tahun 2018 di Kabupaten Boyolali. Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap kebijakan ini dapat diketahui warga masyarakat secara melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga pemerintah Desa atau Kelurahan.

Atas dasar tersebut, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Boyolali menyelenggarakan sosialisasi Perbup dimaksud di Azhima Resort and Convention; Ngemplak; Boyolali pada Rabu (2/5). Sosialisasi diikuti jajaran OPD, para Camat dan Kepala Desa dan lurah se-Kabupaten Boyolali. Perbup muncul menjawab aspirasi dari warga masyarakat Boyolali yang ditanggapi wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boyolali.



Disampaikan bahwa stimulus berlaku sejak 23 April 2018, sementara ketetapan PBB yang ditetapkan pada awal tahun dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) ditetapkan sejak 1 Januari 2018. Untuk itu diharapkan kebijakan ini tidak merugikan warga yang belum memahami informasi ini dengan kewajiban jumlah bayar setelah dikenakan stimulus.

“Jangan sampai warga masyarakat jangan sampai dirugikan, karena SPPT tidak dicetak ulang. Nanti akan dikeluarkan daftar himpunan ketetapan pajak, sesuai dengan nilainya dari wilayah kecamatan, desa hingga RT,” terang Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, S. Paryanto yang juga hadir bersama Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat.

Sementara Wabup Said berharap melalui sosialisasi semacam ini dapat memberikan pencerahan informasi bagi warga masyarakat.

“Hari ini kita bertemu berkumpul bersama, kebijakan ini harus komunikasikan satu kebijakan harus disosialisasikan atas apa yang menjadi kebijakan pemerintah Kabupaten Boyolali,” terangnya.

Secara teknis, perhitungan stimulus dapat diketahui melalui sistem informasi pajak daerah pada laman situs https://sipad.boyolali.go.id. Stimulus dihitung dari selisih ketetapan dalam SPPT PBB tahun 2018 dan 2017, hasilnya dikali 70 persen sebagai pengurangnya. Oleh karena itu wajib pajak diminta mengecek info tagihan dan mencari kode bayar yang akan aktif selama 24 jam untuk pembayaran kolektif, sementara untuk perorangan aktif selama enam jam.

Simulasi perhitungan stimulus oleh seorang wajib pajak dilihat dari kewajiban PBB tahun 2017 dengan membayar Rp 100 ribu. Sementara untuk tahun 2018 ditetapkan Rp 300 ribu. Diketahui selisih Rp 200 ribu dikalikan 70 persen dengan hasil Rp 140 ribu. Untuk perolehan hasil akhir dengan cara ketetapan 2018 dikurangi Rp 140 ribu atau cukup membayar Rp 160 ribu.

Sebagai informasi stimulus 70 persen hanya berlaku bagi masyarakat atau perorangan. Bagi perusahaan, pabrik atau atas nama badan hukum tidak berhak memperoleh fasilitas ini. Selanjutnya bagi warga yang telah membayar sebelum 23 April 2018, untuk kelebihan bayarnya akan diperhitungkan untuk PBB tahun depan. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız