Berita Boyseli 100K Hadir di Boyolali, Sekaligus Kenalkan Wisata Kota Susu



Posted on: 26 Jul 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Untuk lebih mengenalkan Kabupaten Boyolali sebagai tempat wisata bersepeda, sebuah komunitas sepeda yakni Sepeda Sampai Tua (Sesat) menyelenggarakan event untuk para pecinta sepeda lipat. Momen tersebut tidak dibiarkan begitu saja oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (26/7) menjelaskan kegiatan ini. Dijelaskan olehnya bahwa melalui konsep Boyseli 100K yakni gowes dengan sepeda lipat di seputaran Kabupaten Boyolali, Pemkab Boyolali menangkap agenda tersebut sebagai salah satu ruang untuk berbicara mengenai pariwisataan.

“Setelah berkoordinasi secara langsung, kami sekaligus berpikir mengenai kepariwisataan Boyolali juga mampu ditonjolkan,” ungkap Wiwis.

Mengambil konsep tersebut, Boyseli 100K telah membuka pendaftaran mulai Rabu (21/3) yang lalu secara online dan hingga pendaftaran ditutup, telah terdaftar sebanyak 700 peserta. Hal tersebut dimanfaatkan oleh Pemkab Boyolali agar pariwisata Boyolali dikenal mendunia sebagai salah satu tujuan wisata sepeda.

“Selain olahraga, keinginan kami tentu saja dari sisi kepariwisataan, dan tentu saja kita ingin memasyarakatkan keberadaaan komunitas sepeda lipat itu yang mungkin belum familiar di masyarakat yakni keinginan gaya hidup sehat menggunakan transportasi sepeda lipat,” jelas Wiwis.

Boyseli 100K sendiri akan dilaksanakan pada Sabtu (28/7) esok dengan mengambil start di Alun Alun Kidul Kabupaten Boyolali, dan finish di halaman Rumah Dinas Bupati Boyolali. Untuk dapat menuju garis finish, peserta akan melalui rute yang telah ditentukan oleh panitia. 

Terdapat beberapa kecamatan yang akan dilalui peserta Boyseli 100K ini, antara lain ada Kecamatan Musuk yang akan disiapkan Water Station (WS) 1 di Gagak Rimang, yang kemudian peserta akan diarahkan menuju Desa Madu; Kecamatan Mojosongo.

“Di Desa Madu dimana ada event fotojepret yakni Boy Jepret, ada sapi perah unggulan dan juga rumah penduduk tradisional untuk spot foto dengan harapan dapat terekspose dengan natural,” papar Wiwis.

Setelah itu, peserta bergerak ke timur ke Umbul Temanten di kompleks Umbul Pengging; Kecamatan Banyudono yang menyediakan WS 2 serta sebagai lokasi POS 1. Beranjak ke Kecamatan Ngemplak, yakni WS 3 di kediaman Agung Supardi, kemudian menuju ke Desa Tanjungsari yang menjadi POS 2. Peserta akan bergerak ke barat ke arah wisata Tlatar sebagai WS 4, dan beristirahat di WS 5 di Persimpangan Asrikanto, dan berakhir di halaman Rumah Dinas Bupati Boyolali. (Tim Liputan Diskominfo)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız en iyi leke kremi markası chat odaları