Berita Punya Lokasi yang Unik, Boyolali Jadi Lokasi Boyseli 100K



Posted on: 27 Jul 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI – Bersepeda merupakan kegiatan yang sering dijadikan rutinitas olahraga bagi masyarakat. Selain sebagai sarana olahraga, bersepeda juga mampu mengenalkan potensi daerah yang dilewati ketika mengayuh sepanjang perjalanan.

Sebentar lagi, tepatnya pada Sabtu (28/7) esok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali bekerjasama dengan sebuah komunitas sepeda yakni Sepeda Sampai Tua (Sesat) akan menyelenggarakan agenda Boyseli 100K.

Dijelaskan oleh Ketua Panitia, Roni Kusuma Yudistiro saat jumpa pers di Ruang Merbabu Kantor Bupati Boyolali, pada Jumat (27/7), bahwa pihaknya ingin lebih memperkenalkan Boyolali sebagai tempat wisata bersepeda. 

“Boyolali banyak keunikan lokasi, mulai dari yang datar, menanjak hingga turunan dan juga banyak daerah daerah yang memiliki nilai histori atau nilai pariwisata tersendiri. Saatnya saya memperkenalkan Boyolali sehingga Boyolali bisa dikenal lagi oleh masyarakat,” ungkap Roni yang juga Ketua Sesat ini.

Dilanjutkan, Boyseli 100K yang mengusung tagline “Numpak Seli Mubeng Boyolali” ini akan memberi penilaian pada ketepatan waktu peserta yang berjumlah 748 peserta. Peserta tersebut tidak hanya berasal dari Indonesia saja,akan tetapi ada beberapa peserta yang berasal dari luar negeri seperti Perancis, Singapura dan Malaysia.

Bupati Boyolali, Seno Samodro juga turut mengapresiasi dengan adanya kegiatan olahraga yang sekaligus untuk mengeksplor Kabupaten Boyolali. Sedianya, Boyseli 100K akan mengambil start di Alun Alun Kidul Kabupaten Boyolali, dan finish di halaman Rumah Dinas Bupati Boyolali.

“Harapan saya, ini akan menjadi semacam explore Boyolali, eksploitasi apa yang menarik. Bisa dari segi pariwisata, sejarah, budaya dan lain lain. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menyenangkan,” ungkap Bupati Seno.

Terdapat beberapa kecamatan yang akan dilalui peserta Boyseli 100K ini, antara lain ada Kecamatan Musuk yang akan disiapkan Water Station (WS) 1 di Gagak Rimang, yang kemudian peserta akan diarahkan menuju Desa Madu; Kecamatan Mojosongo.

Setelah itu, peserta bergerak ke timur ke Umbul Temanten di kompleks Umbul Pengging; Kecamatan Banyudono yang menyediakan WS 2 serta sebagai lokasi POS 1. Beranjak ke Kecamatan Ngemplak, yakni WS 3 di kediaman Agung Supardi, kemudian menuju ke Desa Tanjungsari yang menjadi POS 2. Peserta akan bergerak ke barat ke arah wisata Tlatar sebagai WS 4, dan beristirahat di WS 5 di Persimpangan Asrikanto, dan berakhir di halaman Rumah Dinas Bupati Boyolali.

Desa Madu dimana ada event fotojepret yakni Boy Jepret, ada sapi perah unggulan dan juga rumah penduduk tradisional untuk spot foto. Selain itu, pada garis finish, peserta akan disambut dengan UMKM dari beberapa produk lokal Boyolali yang disertai dengan kuliner khas Kota Susu. (Tim Liputan Diskominfo)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız