Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (7) Berhasil “Mengkudeta” Alun-Alun Stockholm Selama Dua Hari



Posted on: 28 Jul 2018 Oleh Web Admin

STOCKHOLM – Tim Duta Seni Pelajar Boyolali bersiap mengulang lawatan pada hari kedua pelaksanaan event Kampung Indonesia di Taman Kungstardgarden; Kota Stockholm pada Sabtu (28/7). Pentas ini bermateri acara yang masih sama dengan hari pertama. Suasana Taman Kungstardgarden menunjukkan aura positifnya, meski cuaca sedikit berawan. Hiruk pikuk akhir pekan pada liburan musim panas ini, menjadikan 18 pelajar Boyolali kian semangat menghibur para wisatawan dan siapapun yang hadir di kawasan Taman Raja ini.

Berbagai stan kuliner dengan menu khas nusantara banyak diserbu pengunjung. Ada menu antara lain bakso, nasi goreng, nasi rendang dan menu lainnya. Sementara untuk pengisi hiburan diisi tim dari Boyolali, Kelompok Saung Udjo dari Bandung, kesenian tradisional grup tari INA Dance dan grup band Kampung Indonesia. Tim Duta Seni Boyolali tetap menyuguhkan tarian unggulannya Kusuma Bangsa, Bedhaya Manten, Jaran Kepang Boyolali, Kala Kridha, Gotong Royong dan Topeng Ireng Gugur Gunung. 

Lagi-lagi tim asal Boyolali ini menghebohkan acara yang digelar bertepatan dengan Putte I Parken, festival musik musim panas tahunan ini sejak pukul 11.00 waktu setempat atau sekitar pukul 17.00 Waktu Indonesia Barat. Para pelajar ini didaulat panitia dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Swedia dan Republik Latvia ini untuk mengajak pengunjung berinteraksi untuk berdansa bersama. 

Diiringi alunan musik bambu khas dari Saung Udjo ini membawakan berbagai lagu manca dan tanah air termasuk lagu dangdut koplo berjudul Oplosan, Jaran Goyang hingga lagu Sayang yang dipopulerkan Via Vallen dan Syantik yang dipopulerkan Siti Badriah ini. Gemuruh kemeriahan semakin menghangatkan suasana ketika para pelajar Boyolali mengajak para pengunjung festival menari bersama. Interaksi penari Boyolali dan iringan angklung benar-benar mampu menghipnotis Alun-Alun Stockholm ini dalam dua hari pelaksanaan acara ini. 

Warga kota Stockholm dan para wisatawan dari berbagai negara benar-benar hanyut dan larut bersama. Bisa diibaratkan para pelajar Boyolali mampu mengkudeta Kungstardgarden. Terlebih juga ketika panitia melanjutkan dengan flashmob lagu Maumere, para pelajar Boyolali tetap diminta untuk menggemakan budaya dan kekayaan Indonesia bergema menembus langit ibukota negara Swedia ini. 

Kemeriahan ini menjadikan sejumlah warga diaspora berharap tim Duta Seni bisa hadir lagi tahun mendatang. Karena sangat bermanfaat dalam meningkat pariwisata di Indonesia melalui pengenalan budaya Indonesia untuk orang yang ada di Swedia ini.

Seperti disampaikan Alfi Aldy Firdaus yang terobati rasa kangen dengan Tanah Air tercinta.

“Sangat bagus, kalau bisa tahun depan kesini lagi,” terang pria asal Padang; Sumatera Barat yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Tehnik Perkeretaapian ini.

Usai menari bersama dengan pengunjung, Kalista Dewi Hapsari yang menjadi anggota tim Duta Seni dari jalur Duta Wisata ini ungkapkan rasa bahagianya yang tak terkira.

“Seneng banget. Warga sini dengar musik, lihat geraknya langsung mengikuti. Sangat luar biasa,” terang mahasiswi semester lima jurusan Manajemen Kebijakan Publik Universitas Gajah Mada Yogyakarta ini.

Sehingga putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Danar Setyawan dan Sri Wahyuni yang beralamat di Kelurahan Banaran; Kecamatan Boyolali ini semakin bersemangat meski berkali-kali menari.

“Kita sebagai penari juga senang, pengunjung bisa berinteraksi dengan kita. Soalnya hati kita senang,” imbuh Mbak Duta Wisata Boyolali 2017 ini. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız