Berita Catatan Perjalanan Duta Seni Boyolali 2018 ke Negara Skandinavia : (22) Memaknai Kunjungan di Eropa



Posted on: 04 Aug 2018 Oleh Web Admin

KOPENHAGEN – Wilayah Eropa menjadi daerah lawatan tim Duta Seni dan Misi Kebudayaan Pelajar Boyolali 2018. Negara Skandinavia terpilih sebagai lokasi misi kebudayaan yang diikuti 18 pelajar terpilih Boyolali ini. Seperti diketahui negara di wilayah ini merupakan negara dengan sejarah yang luar biasa. Namun demikian kemajuan tekhnologi dan perilaku penduduknya perlu dicontoh.

Setelah melakukan perjalanan darat sejauh 600 kilometer dari Oslo; Norwegia menuju Kopenhagen; Denmark pada Kamis (2/8) dan langsung pentas di Kedutaaan Besar Republik Indonesia di Kopenhagen. Selanjutnya pada Jumat (3/8) siang harus melanjutkan perjalanan darat kembali ke lokasi pertunjukan di Kota Horsens.

Seperti pada perjalanan sebelumnya yang menempuh waktu sekitar tujuh jam, perjalanan lanjutan ini menempuh lebih dari 250 kilometer atau sekitar tiga jam perjalanan. Jalan darat dengan pemandangan hamparan ladang gandum dan pemukiman warga dengan tata bangunan yang rapi.

Selain itu bus juga melintasi jembatan Oresund yang membentang di atas laut sepanjang sekitar delapan kilometer dan terowongan di bawah laut sejauh 4 kilometer. Bila biasanya jembatan melayang di atas laut, jembatan di atas selat sempit bernama Oresund ini justru 'menghilang' di tengah lautan. Jalan raya dengan 4 jalur dan jalur kereta api 2 trek pada jembatan membentang menuju pulau buatan sebelum masuk ke bawah permukaan laut melalui sebuah terowongannya berada di bawah Kanal Flint berujung di Malmö, Swedia.

Memasuki kota Kopenhagen, bangunan arsitektur Eropa sangat kental terlihat dan dengan kokoh berdiri. Bangunan bersejarah tersebut menjadi ciri khas dari kota yang sangat ramai kunjungan wisatawan. Bagi pecinta sejarah dan karya sastra, negara Eropa sangat menarik untuk dikunjungi.

Dewi Larasati yang tercatat sebagai siswi SMKN 1 Boyolali jurusan Otomasi dan Tata Kelola Perkantoran ini memuji kota di Eropa  kota Eropa yang tertib, bersih dan tertata rapi.

"Eropa kebanyakan tertib, selalu bersih dan tertata rapi," terang anak kedua dari dua bersaudara pasangan almarhum Sukamto dan Winarsih yang beralamat di Desa Kembangkuning; Kecamatan Cepogo disela kunjungannya di kawasn Amalienborg Palace Square; Kopenhagen pada Jumat (3/8) siang.

Terlibat dalam Duta Seni Boyolali bersama 17 teman lainnya menjadi kebanggaan buatnya. Lebih lanjut Laras, panggilan akrab Dewi Larasati akan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang Ia peroleh selama melakukan lawatan di tiga negara Skandinavia.

"Bangga banget bisa mewakili Boyolali dan Indonesia," tandas siswi yang berniat membantu ibunya dalam menjalankan usaha menjahit dan rias ini. (mjk)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız