Berita Jembatan Senilai Rp 2,1 Miliar Dibangun di Kemusu Tanpa APBD



Posted on: 19 Aug 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI - Impian warga desa Kemusu dan Lemahireng di Kecamatan Kemusu bisa melintasi Sungai Serang menggunakan jembatan segera terwujud. Sebelumnya warga harus menempuh jarak mencapai hingga belasan kilometer dengan perjalanan memutar agar bisa mencapai desa tetangga tersebut. Sehingga untuk mencapai wilayah desa seberang diperlukan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama dan panjang. Sementara saat musim kemarau dengan debit air yang menyusut, warga bisa melintasi sungai dengan berjalan kaki atau mengendarai sepeda motor meski dengan hati-hati.

Dengan telah dimulainya pengerjaan proyek beberapa waktu yang lalu, jembatan yang akan diberi nama Nawacita ini dipastikan tanpa dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Biaya mencapai Rp 2,1 miliar dikucurkan keluarga besar Bupati Boyolali, Seno Samodro untuk membantu akses sarana transportasi di wilayah tersebut. Infrastruktur dengan model jembatan gantung ini diharapkan bisa segera selesai dibangun dan difungsikan di akhir tahun 2018 ini.

Bupati Boyolali, Seno Samodro dan Wakil Bupati Boyolali; M. Said Hidayat serta Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto berkesempatan meletakkkan batu pertama pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Dukuh Kedungsari; Desa Kemusu dengan Dukuh Kedungaron; Desa Lemahireng ini. Jembatan sepanjang 60 meter ini akan dibangun dengan lebar 1,85 meter sehingga hanya difungsikan untuk sepeda, sepeda motor, atau jalan kaki saja.

Kepedulian dari keluarga besar Seno Samodro untuk membangun jemabatan ini dimaksudkan agar memberi kemudahan akses warga untuk melintas terlebih bagi para siswa yang ingin berangkat ke sekolah. Sehingga pihaknya berharap jembatan ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya Kemusu dan Lemahireng.

“Saya cukup trenyuh jika tanpa ada jembatan ini, warga masyarakat untuk meraih pendidikan harus memutar hampir jauh. Harapan saya jembatan akhir tahun ini jadi maka kendala jarak ini teratasi,” terangnya singkat.

Melihat jembatan yang akan segera terwujud. Salah satu warga yang kedapatan menyeberang sungai dengan berjalan kaki yakni Pardi, ungkapkan rasa senangnya.

“Alhamdulillah seandainya saya pegi ke Kemusu tidak perlu nyebrang [sungai] soalnya kalau banjir harus memutar soalnya tidak berani menyeberang. Jembatan ini akan mempermudah akses perjalanan dan transportasi menuju Kemusu,” terang tokoh masyarakat yang tinggal di Dukuh Kedungaron; Desa Lemahireng ini. (mjk/dst)

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız