Berita Warga Boyolali Waspadai Berita Hoax Di Medsos



Posted on: 21 Sep 2018 Oleh Web Admin

BOYOLALI- Maraknya peredaran berita bohong atau hoax terkait dengan Pilpres 2018, membuat warga Boyolali semakin waspada terhadap penyebarannya. Sebagai langkah antisipasi, warga memilih untuk tidak ikut-ikutan menyebarkan berita yang masih diragukan kebenarannya.

Seperti yang dilakukan seorang warga Kecamatan Sawit, Desi Arum (20). Mahasiswa perguruan tinggi kesehatan tersebut memilih untuk selektif menyebarkan informasi terkait Pilpres 2019. Bahkan, Desi nengaku lebih pasif dalam membaca berita hoax yang banyak beredar di media sosial saat ini.

"Sebenarnya saya tidak begitu menyukai bidang politik, tapi mau tidak mau harus ikutan " membaca" informasi-informasi itu. Karena memang banyak tersebar di media sosial. Tapi saya memilih tidak ikut menyebarkan informasi apapun terkait politik, terlebih berita abu-abu. Takutnya itu hoax," ujarnya.

Desi berharap, pemerintah bergerak untuk ikut menertibkan beredarnya berita-berita hoax terutama yang menyudutkan pihak tertentu. Baginya, seorang politikus sejati seharusnya tidak bermain "kotor" dengan menyebarkan isu-isu negatif lawannya.

"Mulai prihatin dengan isu SARA, kalau tidak waspada bisa ikutan terseret. Untuk itu, warga jarus cerdas," tukasnya.

Hal senada disampaikan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Boyolali, Ikhwan. Menyikapi maraknya berita hoax, Ikhwan mengaku memilih untuk tidak serta merta menyebarkan setiap informasi yang diperolehnya.

"Lebih baik waspada saja, daripada nanti malah salah sebar. Kan sekarang ada UU ITE, jadi haris makin cerdas jadi netizen atau pengguna media sosial. Terlebih mendekati tahun pemilu seperti saat ini rentan sekali berita bohong," tandasnya. (awa) 

Berita

Pengumuman

Link SKPD

instagram takipçi

instagram takipçi beğeni işlemleri

instagram takipçi işlemlerinizi kolay ve güvenilir şekilde sürdürmek istiyorsanız eğer size tavsiyemiz mutlaka bu siteyi kullanınız